Catatan Ringan

Serpihan-Serpihan September

Serpihan-Serpihan September

APA yang berseliweran belakangan ini, setidaknya dalam pengalaman pribadi saya, adalah perkara tragedi 1965 dan peristiwa-peristiwa ikutannya. Betapa tidak, di ranah diskusi kaum intelektual-cum aktivis dan budayawan merebaklah perihal perlunya rekonsiliasi, pentingnya negara meminta maaf pada mereka yang menjadi korban. Semua itu tentu dipicu oleh penghitungan waktu yang sudah sama-sama…

Read More
Catatan Ringan

Ideologi Dewasa Ini dan ‘Kegairahan’ Pada Kiri Indonesia

Ideologi Dewasa Ini dan ‘Kegairahan’ Pada Kiri Indonesia

Kata ideologi sendiri dewasa ini, dan mungkin juga sebagai sebuah warisan Orde Baru, bagaikan momok yang menakutkan di Indonesia. Kata ideologi kerap berkonotasi negatif. Kalimat, “ah, dia ideologis orangnya” misalnya, menyiratkan seolah-olah orang tersebut sulit untuk diajak berdiskusi karena kepalanya terisi penuh dengan sebuah cara pandang akan dunia yang tertentu. Bagaimana pemaknaan terhadap…

Read More
Review

Cinta: Dari Derita Menuju Cita

Cinta: Dari Derita Menuju Cita

Sebagai salah satu varian posmodernisme, sastra Indonesia beberapa tahun terakhir menggali kembali karya-karya yang lama tak dilirik. Terbitnya Sastra Melayu Tionghoa oleh KPG dalam beberapa jilid semakin memakhtubkan pengakuan terhadap jenis-jenis tulisan seperti ini. Adalah cerita lama bahwa karya-karya ini sungguh sangat lama tak dilirik oleh sejarah sastra Indonesia. Buku Konglomerat…

Read More
Ulasan

Materialisme Historis dalam Sentuhan Walter Benjamin

Materialisme Historis dalam Sentuhan Walter Benjamin

Tulisan ini akan membahas tentang Walter Benjamin dan Gesichtsphilosophische Thesen-nya. Lebih khusus, tulisan ini akan berkutat pada perihal pembersihan teleologis dari tubuh materialisme historis yang diusahakan Walter Benjamin dalam Gesichtsphilosophische Thesen. Pembersihan teleologis dari tubuh materialisme historis ini dilakukan Walter Benjamin via kritikan atas keadaan politik Eropa secara umum dan Jerman secara khusus…

Read More
Ulasan

“Rule of Law” dan Ciri-Ciri Hukum Sebagai Prasyarat Negara Hukum

“Rule of Law” dan Ciri-Ciri Hukum Sebagai Prasyarat Negara Hukum

Ketika saya hendak mulai menulis makalah ini, salah satu kawan di jejaring sosial twitter menulis demikian, “sejarah negara-negara di dunia membuktikan bahwa penegakan hukum yang tegas, keras dan adil adalah syarat utama dan fondasi bagi kemajuan ekonomi.” Bagi saya, apa yang dikatakannya di twitter itu punya keterkaitan dengan bahan yang akan menjadi rujukan…

Read More
Puisi

Sajian Tiga Puisi

Sajian Tiga Puisi

KOREK API Apa yang mana Dan yang mana apa Huh   PERJALANAN 4. dan sekalikali pun bahkan tak kukisahkah tangis ini padamu tangis karena hantaman tinju keras angin selatan pada tengkukku angin selatan adalah saksi sebuah pertemuan singkat dan secuil kecerobohan yang tak menyisahkan tanah sedikit pun karena angin di…

Read More
Catatan Ringan

Percetakan

Percetakan

Kali ini, saya mau berkisah tentang ikhwal percetakan. Perkara sejarah percetakan, tentu kita semua pernah mendengarnya. Sejak orang Cina menggunakan perkakas tanah liat untuk mencetak aksara hingga Gutenberg menggunakan plat baja, sampai percetakan yang diimpor dari Eropa pertama kali ke Nusantara untuk memenuhi kebutuhan Gereja. Lantas, orang-orang Tionghoa-Nusantara menggunakannya pula…

Read More
Ulasan

Mengamini dan Meninggalkan Stoikisme: “Will to Power” Nietzsche sebagai Jejak-jejak Stoikisme

Mengamini dan Meninggalkan Stoikisme: “Will to Power” Nietzsche sebagai Jejak-jejak Stoikisme

Stoikisme sebagai sebuah aliran filsafat yang muncul pada kebudayaan Romawi tentu tidak begitu saja hilang setelah tak lagi ada kebudayaan tersebut. Sampai filsafat modern dan juga kontemporer, pengaruh Stoikisme terasa. John Sellars misalnya menyebutkan beberapa nama filsuf yang sangat terpengaruh stoikisme yakni Montaigne, Kant, Nietzsche, dan Deleuze.[1] Tentu menarik melihat bagaimana…

Read More
Project Lainnya

Beberapa Catatan Tentang Kerja Pemulung Arsip

Beberapa Catatan Tentang Kerja Pemulung Arsip

“Keabadian itu dingin. Sebab arsip yang baik mesti disimpan di ruangan ber-ac.” Sulaiman Harahap, 2018 Kira-kira pada pertengahan 2011, saya bersinggungan kerja secara ‘profesional’ dengan benda bernama arsip. Kawan saya yang kalimatnya saya kutip di atas, Sulaiman Harahap, mengajak saya berpartisipasi di dalam penelitian arsip untuk penerbitan buku Seni Rupa…

Read More
RSS
Instagram