Review

Mencerna Keindonesiaan Via Budaya Populer

Mencerna Keindonesiaan Via Budaya Populer

Nama Ariel Heryanto dalam kancah ilmu sosial budaya Indonesia, terkhusus cultural studies, tentu tak asing lagi. Karya terbarunya yang terjemahan bahasa Indonesianya baru diluncurkan, Identitas dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia, menegaskan hal itu. Meskipun dinyatakan di awal buku bahwa buku ini akan membahas bagaimana generasi muda Indonesia merumuskan identitas…

Read More
Esai

Dalam Dialog Tanpa Kata

Dalam Dialog Tanpa Kata

Di dalam estetika kita mengenal dua bongkahan besar pemahaman yang saling bertolak belakang, yakni ‘seni untuk seni’ dan ‘seni berguna’. Yang pertama memandang bahwa kesenian hanyalah untuk kesenian itu sendiri, kejaran-kejaran artistik dan keindahan, sedangkan yang kedua lebih melihat seni di dalam konteks kegunaannya. Di dalam konteks yang kedua inilah,…

Read More
Catatan Ringan

Timnas U-19

Timnas U-19

Barangkali berbicara tentang sepakbola tidak ada sangkut pautnya dengan kiri atau gerakan kiri. Jika pun ada, saya terlalu naif untuk bisa menangkapnya. Namun, tulisan ini tergelitik oleh keramaian yang ada di sekitar tempat saya tinggal beberapa hari lalu, tepatnya Rabu 18/9. Keramaian dipicu oleh sukses Timnas Sepakbola Indonesia U-19 menahan…

Read More
Catatan Ringan

Lapak Gratis

Lapak Gratis

TERUS terang, saya agak heran dan berusaha menebak-nebak makna frasa ini, ‘Lapak Gratis,’ pada pesan singkat seorang kawan. Kata kawan itu, ada ‘lapak gratis.’ Penasaran, saya pun mendatangi ‘Lapak Gratis’ yang dihela di Benteng Vredeburg, Yogyakarta, 25 Juli lalu. Di sana, berkumpul beberapa komunitas di Jogja dengan beberapa kegiatan. Zine-zine…

Read More
Review

Sihir Picasso dan Semangat Zamannya

Sihir Picasso dan Semangat Zamannya

Pepatah “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya” rasanya tak cukup untuk masyarakat Spanyol. Khusus bagi mereka, kita perlu menambahkan, “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para senimannya dan karyanya”. Demikianlah simpulan saya serampung membaca Perang Picasso: Hancurnya Sebuah Kota dan Lahirnya Sebuah Mahakarya (selanjutnya: Perang Picasso)…

Read More
Ulasan

Desaku Berdandan: Pergeseran Masyarakat Tradisional Menuju Masyarakat Modern

Desaku Berdandan: Pergeseran Masyarakat Tradisional Menuju Masyarakat Modern

Indonesia dikenal sungguh sebagai negara agraris sejak zaman dahulu kala. Ini disebabkan oleh penduduknya yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Maka, Indonesia tidak bisa disebut sebagai negara industri. Secara banal hal ini bisa pula dikatakan bahwa Indonesia adalah negara yang belum modern—apalagi bila pertaniannya pun masih menggunakan cara-cara tradisional—sedangkan negara-negara…

Read More
Ulasan

Teori Poskolonialisme dan Dependensia: Ketika Dunia Ketiga Bersuara dan Relevansinya dengan Indonesia

Teori Poskolonialisme dan Dependensia: Ketika Dunia Ketiga Bersuara dan Relevansinya dengan Indonesia

Ilmu pengetahuan modern tidak bisa tidak adalah sesuatu yang berasal dari barat. Bercemin pada pengalaman Indonesia, melalui politik etislah masyarakat pribumi Indonesia bisa mengenal sistem pendidikan modern dan mengenyam sistem pendidikan modern. Dengan kata lain dari masyarakat Eropalah, dalam hal ini penjajahan Belanda, Bangsa Indonesia mengenal pendidikan modern bahkan lebih…

Read More
RSS
Instagram