Memasuki Larantuka melalui jalur Maumere beberapa waktu yang lalu, saya disuguhi abu-abu vukanis di sekitar wilayah Boru dan Hokeng. Rupanya Gunung Lewotobi Laki-Laki sedang erupsi. Saya ingat, ketika lagi rajin mengumpulkan berita soal Larantuka dari koran-koran Belanda, sempat membaca perihal hal serupa. Dan benar saja. Ketika memeriksanya, ternyata pada 23 Mei 1932, meletusnya gunung yang dimaksud sempat diberitakan oleh koran Het Nieuws van Den Dag.

Diambil dari delpher.nl
Diambil dari delpher.nl
Diambil dari delpher.nl

Demikian isi berita di atas:

Aneta seint uitKoepang, dat devulkaan Lobetobi Lakilaki, gelegen ten Zuid-Westen van Larantoeka op het eiland Flores tot uitbarsting kwam, nadat er vooraf een aardbevring werd gevoeld in het acht Kilometer Noordelijker gelegen kustdorpje Nobo.

In de nabijheid van den krater viel een aschregen, die de boomtoppen in brand deed vliegen. De Controleur van Larantoeka is naar de plaats van de ramp vertrokken

Dan demikian hasil ‘penerjemah google’:

Aneta melaporkan dari Koepang bahwa gunung berapi Lobetobi Lakilaki, yang terletak di barat daya Larantuka di Pulau Flores, meletus setelah gempa bumi dirasakan di desa pesisir Nobo delapan kilometer lebih jauh ke utara.

Di dekat kawah, hujan abu turun dan membakar pucuk-pucuk pohon. Pengendali Larantoeka telah berangkat menuju lokasi bencana

Please follow and like us:

Post Comment

RSS
Instagram